Cute Box Cat
Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Sabtu, 28 Desember 2013

Telaah Jurnal Agama Islam 3


TELAAH JURNAL ISLAM
PERANAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK-ANAK
Oleh      :
Nama                  : Fathimatuzzahra Syahrozad Nuroqi
Jurusan              : Statistika-A
NIM                     : 24010213120041
1.              Alasan memilih judul Peranan Pendidikan Agama dalam Keluarga terhadap Pembentukan Kepribadian Anak-Anak
Sekarang ini, tak sedikit anak-anak yang memiliki nilai moral dan nilai agama yang baik. Hal ini tentunya dipicu oleh kurangnya pendidikan moral dan pendidikan agama dalam lingkungan keluarganya. Karena faktor utama yang mempengaruhi kepribadian anak agar terhindar dari pelanggaran-pelanggaran (seperti kenakalan remaja, tawuran, free sex, kekerasan, serta berbagai bentuk penyimpangan kejiwaan seperti depresi, stress, dan kecemasan) adalah lingkup keluarganya. Sejak lahir, anak harus sudah dikenalkan dengan kalimat thoyyibah. Setelah tumbuh dan berkembang, anak perlu diberi pembinaan karakter dalam keluarganya sejak dini. Selain itu, agar anak memiliki karakter yang baik, maka antara ibu dan bapak harus menjaga keharmonisan keluarga dan orang tua harus mampu menjadi suri tauladan yang baik bagi anaknya. Hal ini merupakan salah satu alasan bagi saya mengapa memilih jurnal mengenai pentingnya peran pendidikan agama dalam keluarga sebagai pembentukan kepribadian anak.
2.              Intisari Jurnal
Keluarga secara etimologis berasal dari dua kata yaitu “kawula” dan “warga”. Kawula berarti abdi yakni hamba dan warga berarti anggota. Sebagai abdi di keluarga, seseorang wajib menyerahkan segala kepentingan kepada keluarganya, dan sebagai warga atau anggota seseorang berhak ikut untuk mengurus segala kepentingan di keluarganya. Keluarga merupakan unit terkecil yang terdiri dari ibu, bapak, dan anak, dimana orang tua memiliki pengaruh besar terhadap perilaku yang dimiliki oleh anaknya.
PERANAN KELUARGA BAGI ANAK-ANAK
Menurut Syamsu Yusuf (2007), keluarga dipandang sebagai penentu utama pembentuk kepribadian anak. Alasannya adalah:
·         Keluarga merupakan kelompok sosial pertama yang menjadi pusat identifikasi anak
·         Anak banyak menghabiskan waktu di lungkungan keluarga
·         Para anggota keluarga adalah “significant people” bagi pembentukan kepribadian anak
Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi individu dimana ia berinteraksi. Dari interaksi pertama inilah individu memperoleh unsur-unsur dan ciri-ciri dasar kepribadiannya, akhlak, nilai-nilai, kebiasaan, emosi, merubah kemungkinan-kemungkinan, kesanggupan-kesanggupan, dan kesediaannya menjadi kenyataan dalam hidup dan tingkah laku yang tampak. Jadi, keluarga bagi individu merupakan simbol atas nilai-nilai mulia seperti keimanan teguh kepada Allah, pengorbanankesediaan berkoban untuk kelompok, cinta kebaikan, dll dimana melalui keluarga tersebut individu dapat menanamkan kepribadian yang baik.
Keluarga tidak hanya penting bagi seorang individu, akan tetapi keluarga juga penting bagi masyarakat sehingga masyarakat dianggap sebagai institusi sosial yang terpenting dan unit sosial yang mampu membentuk kepribadian anggota keluarga baik berupa nilai-nilai, kebudayaan, dll. Sehingga dapat dikatakan jika kepribadian keluarga baik maka masyarakatnya dapat dikatakan baik pula karena keluarga sebagai cerminan suatu masyarakat.
Jadi, suasana keluarga sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak. Seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang harmonis dan agamis adalah suasana yang memberikan curahan kasih sayang, perhatian, bimbingan dalam bidang agama, maka perkembangan kepribadian anak tersebut cenderung positif dan sehat. Sedangkan anak yang dibesarkan dalam keluarga yang berantakan, tidak harmonis, keras, dan tidak memperhatikan anak, maka anak tersebut cenderung memiliki kepribadian yang mengalami distorsi atau kelainan dalam penyesuaian dirinya.
Menurut M.I. Sulaeman (1994:84), fungsi keluarga ada 8 jenis yaitu:
·         Fungsi edukatif
·         Fungsi sosialisasi
·         Fungsi proteksi
·         Fungsi afeksi
·         Fungsi religius
·         Fungsi ekonomi
·         Fungsi rekreasi
·         Fungsi biologis
berdasarkan beberapa fungsi di atas, keluarga memiliki peran edukasi untuk mendidik anak baik mengenai pendidikan moral ataupun agama.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN
·         Faktor keturunan terutama yang berkaitan dengan pematangan karakteristik fisik dan mental
·         Interaksi figur yang signifikan dari semua anggota keluarga (ibu, bapak, saudara dan keluarga lainnya)
·         Interaksi antara individu dengan lingkungan
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ANAK BERKEPRIBADIAN BURUK
Faktor yang meyebabkan anak memiliki kepribadian yang buruk adalah kurang tertanamnya agama pada tiap-tiap orang dalam masyarakat; keadaan masyarakat yang kurang stabil baik dari segi ekonomi, sosial, maupun politik; pendidikan moral tidak terlaksana sebaagimana mestinya baik di rumah tangga, sekolah, maupun masyarakat; suasana rumah tangga yang kurang baik; diperkenalkannya dengan populer obat-obat dan alat-alat anti hamil; banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidka mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral; kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral; tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda.
PERANAN PENDIDKAN AGAMA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK
Menurut M.I. Sulaeman (1978:66), keluarga sebagai fungsi religius yaitu keluarga berkewajiban memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lainnya kepada kehidupan beragama. Untuk melaksanakannya, ornag tua sebagai tokoh-tokoh inti dalam keluarga itu terlebih dahulu harus menciptakan iklim religius dalam keluarga itu yang dapat dihayati anggota keluarganya terutama bagi anaknya. Jadi, pendidikan agama harus diajarkan sejak dini karena sejak itulah anak sudah siap untuk menerima pendidikan agama dimana anak harus dikenalkan tidak hanya mencakup sholat, puasa, zakat, mengaji, namun secara keseluruhan agar mereka lebih mengenal Allah dan agamanya. Rasul bersabda “Muliakanlah anak-anakmu dan baikkanlah adab mereka” H.R. Ibnu Majah.
Kewajiban keluarga agar anak memiliki kepribadian yang baik adalah:
·         Memeberi contoh yang baik kepada anak-anaknya dalam berpegang teguh kepada akhlak mulia
·         Menyediakan bagi anak-anaknya peluang-peluang dan  susasana praktis dimana mereka dapat mempraktekkan akhlak yang diterima dari orang tuanya
·         Memberi tanggung jawab yang sesuai bagi anaknya supaya mereka bebas memilih dalam tindak-tanduknya
·         Menunjukkan bahwa keluarga selalu mengawasi mereka dengan sadar dan bijaksana
·         Menjaga mereka dari teman-teman  yang menyeleweng dan tempat-tempat kerusakan, dan lain-lain lagi cara dimana keluarga dapat mendidik akhlak anak-anaknya

3.              Manfaat jurnal
Jurnal ini membahas mengenai berbagai alasan mengapa pendidikan agama begitu penting bagi pembentukan karakter anak oleh keluarga. Tak hanya itu, jurnal ini membahas mengenai faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak memiliki kepribadian buruk, serta memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan bagi keluarga agar anak memiliki karakter yang baik.
4.              Kesimpulan dan Saran
Dari jurnal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kepribadian anak, karena dalam lingkup inilah anak menerima pendidikan yang mempengaruhi perkembangan kepribadian selanjutnya.
Agar anak terhindar dari pelanggaran-pelanggaran dan memiliki kepribadian yang baik, maka harus dilakukan pendidikan moral dan agama oleh keluarga sejak dini.
Semoga melalui jurnal ini, orang tua menjadi faham betul mengenai peran penting mereka bagi kepribadian anak-anaknya. Dan semoga pembaca jurnal dapat mengambil intisari dari jurnal ini dengan baik sehingga apa yang didapatkan mampu diaplikasikan.

0 komentar:

Posting Komentar