TELAAH JURNAL ISLAM
PERANAN PENDIDIKAN AGAMA
DALAM KELUARGA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK-ANAK
Oleh :
Nama : Fathimatuzzahra Syahrozad
Nuroqi
Jurusan : Statistika-A
NIM :
24010213120041
1.
Alasan
memilih judul Peranan Pendidikan Agama dalam Keluarga terhadap Pembentukan
Kepribadian Anak-Anak
Sekarang ini, tak sedikit anak-anak yang
memiliki nilai moral dan nilai agama yang baik. Hal ini tentunya dipicu oleh
kurangnya pendidikan moral dan pendidikan agama dalam lingkungan keluarganya.
Karena faktor utama yang mempengaruhi kepribadian anak agar terhindar dari
pelanggaran-pelanggaran (seperti kenakalan remaja, tawuran, free sex,
kekerasan, serta berbagai bentuk penyimpangan kejiwaan seperti depresi, stress,
dan kecemasan) adalah lingkup keluarganya. Sejak lahir, anak harus sudah
dikenalkan dengan kalimat thoyyibah. Setelah tumbuh dan berkembang, anak perlu
diberi pembinaan karakter dalam keluarganya sejak dini. Selain itu, agar anak
memiliki karakter yang baik, maka antara ibu dan bapak harus menjaga
keharmonisan keluarga dan orang tua harus mampu menjadi suri tauladan yang baik
bagi anaknya. Hal ini merupakan salah satu alasan bagi saya mengapa memilih
jurnal mengenai pentingnya peran pendidikan agama dalam keluarga sebagai
pembentukan kepribadian anak.
2.
Intisari
Jurnal
Keluarga secara etimologis berasal dari dua
kata yaitu “kawula” dan “warga”. Kawula berarti abdi yakni hamba dan warga
berarti anggota. Sebagai abdi di keluarga, seseorang wajib menyerahkan segala
kepentingan kepada keluarganya, dan sebagai warga atau anggota seseorang berhak
ikut untuk mengurus segala kepentingan di keluarganya. Keluarga merupakan unit
terkecil yang terdiri dari ibu, bapak, dan anak, dimana orang tua memiliki
pengaruh besar terhadap perilaku yang dimiliki oleh anaknya.
PERANAN KELUARGA BAGI ANAK-ANAK
Menurut Syamsu Yusuf (2007), keluarga
dipandang sebagai penentu utama pembentuk kepribadian anak. Alasannya adalah:
·
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama
yang menjadi pusat identifikasi anak
·
Anak banyak menghabiskan waktu di lungkungan
keluarga
·
Para anggota keluarga adalah “significant
people” bagi pembentukan kepribadian anak
Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi
individu dimana ia berinteraksi. Dari interaksi pertama inilah individu
memperoleh unsur-unsur dan ciri-ciri dasar kepribadiannya, akhlak, nilai-nilai,
kebiasaan, emosi, merubah kemungkinan-kemungkinan, kesanggupan-kesanggupan, dan
kesediaannya menjadi kenyataan dalam hidup dan tingkah laku yang tampak. Jadi,
keluarga bagi individu merupakan simbol atas nilai-nilai mulia seperti keimanan
teguh kepada Allah, pengorbanankesediaan berkoban untuk kelompok, cinta
kebaikan, dll dimana melalui keluarga tersebut individu dapat menanamkan
kepribadian yang baik.
Keluarga tidak hanya penting bagi seorang
individu, akan tetapi keluarga juga penting bagi masyarakat sehingga masyarakat
dianggap sebagai institusi sosial yang terpenting dan unit sosial yang mampu
membentuk kepribadian anggota keluarga baik berupa nilai-nilai, kebudayaan,
dll. Sehingga dapat dikatakan jika kepribadian keluarga baik maka masyarakatnya
dapat dikatakan baik pula karena keluarga sebagai cerminan suatu masyarakat.
Jadi, suasana keluarga sangat penting bagi
perkembangan kepribadian anak. Seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang
harmonis dan agamis adalah suasana yang memberikan curahan kasih sayang, perhatian,
bimbingan dalam bidang agama, maka perkembangan kepribadian anak tersebut
cenderung positif dan sehat. Sedangkan anak yang dibesarkan dalam keluarga yang
berantakan, tidak harmonis, keras, dan tidak memperhatikan anak, maka anak
tersebut cenderung memiliki kepribadian yang mengalami distorsi atau kelainan
dalam penyesuaian dirinya.
Menurut M.I. Sulaeman (1994:84), fungsi
keluarga ada 8 jenis yaitu:
·
Fungsi edukatif
·
Fungsi sosialisasi
·
Fungsi proteksi
·
Fungsi afeksi
·
Fungsi religius
·
Fungsi ekonomi
·
Fungsi rekreasi
·
Fungsi biologis
berdasarkan beberapa fungsi di atas, keluarga
memiliki peran edukasi untuk mendidik anak baik mengenai pendidikan moral
ataupun agama.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN
·
Faktor keturunan terutama yang berkaitan
dengan pematangan karakteristik fisik dan mental
·
Interaksi figur yang signifikan dari semua
anggota keluarga (ibu, bapak, saudara dan keluarga lainnya)
·
Interaksi antara individu dengan lingkungan
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ANAK
BERKEPRIBADIAN BURUK
Faktor yang meyebabkan anak memiliki
kepribadian yang buruk adalah kurang tertanamnya agama pada tiap-tiap orang
dalam masyarakat; keadaan masyarakat yang kurang stabil baik dari segi ekonomi,
sosial, maupun politik; pendidikan moral tidak terlaksana sebaagimana mestinya
baik di rumah tangga, sekolah, maupun masyarakat; suasana rumah tangga yang
kurang baik; diperkenalkannya dengan populer obat-obat dan alat-alat anti
hamil; banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran,
kesenian-kesenian yang tidka mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral;
kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik, dan yang
membawa kepada pembinaan moral; tidak ada atau kurangnya markas-markas
bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda.
PERANAN PENDIDKAN AGAMA TERHADAP PEMBENTUKAN
KEPRIBADIAN ANAK
Menurut M.I. Sulaeman (1978:66), keluarga
sebagai fungsi religius yaitu keluarga berkewajiban memperkenalkan dan mengajak
anak dan anggota keluarga lainnya kepada kehidupan beragama. Untuk
melaksanakannya, ornag tua sebagai tokoh-tokoh inti dalam keluarga itu terlebih
dahulu harus menciptakan iklim religius dalam keluarga itu yang dapat dihayati
anggota keluarganya terutama bagi anaknya. Jadi, pendidikan agama harus
diajarkan sejak dini karena sejak itulah anak sudah siap untuk menerima
pendidikan agama dimana anak harus dikenalkan tidak hanya mencakup sholat,
puasa, zakat, mengaji, namun secara keseluruhan agar mereka lebih mengenal
Allah dan agamanya. Rasul bersabda “Muliakanlah anak-anakmu dan baikkanlah adab
mereka” H.R. Ibnu Majah.
Kewajiban keluarga agar anak memiliki
kepribadian yang baik adalah:
·
Memeberi contoh yang baik kepada anak-anaknya
dalam berpegang teguh kepada akhlak mulia
·
Menyediakan bagi anak-anaknya peluang-peluang
dan susasana praktis dimana mereka dapat
mempraktekkan akhlak yang diterima dari orang tuanya
·
Memberi tanggung jawab yang sesuai bagi
anaknya supaya mereka bebas memilih dalam tindak-tanduknya
·
Menunjukkan bahwa keluarga selalu mengawasi
mereka dengan sadar dan bijaksana
·
Menjaga mereka dari teman-teman yang menyeleweng dan tempat-tempat kerusakan,
dan lain-lain lagi cara dimana keluarga dapat mendidik akhlak anak-anaknya
3.
Manfaat
jurnal
Jurnal ini membahas mengenai berbagai alasan
mengapa pendidikan agama begitu penting bagi pembentukan karakter anak oleh
keluarga. Tak hanya itu, jurnal ini membahas mengenai faktor-faktor apa saja
yang menyebabkan anak memiliki kepribadian buruk, serta memberikan penjelasan
mengenai hal-hal yang perlu dilakukan bagi keluarga agar anak memiliki karakter
yang baik.
4.
Kesimpulan
dan Saran
Dari jurnal ini dapat ditarik
kesimpulan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar
terhadap kepribadian anak, karena dalam lingkup inilah anak menerima pendidikan
yang mempengaruhi perkembangan kepribadian selanjutnya.
Agar anak terhindar dari pelanggaran-pelanggaran
dan memiliki kepribadian yang baik, maka harus dilakukan pendidikan moral dan
agama oleh keluarga sejak dini.
0 komentar:
Posting Komentar