BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.
merupakan industri baja terbesar di Indonesia yang perkembangannya di awali
dengan munculnya gagasan tentang perlunya industri baja di negara berkembang
seperti Indonesia. PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. memiliki 6 unit kerja
meliputi Direct Reduction Plant (DRP),
Billet Steel Plant (BSP), Slab Steel Plant (SSP), Hot Strip Mill (HSM), Wire
Rod Mill (WRM), dan Cold Rolling Mill (CRM), yang mana masing-masing unit
kerja memiliki tugas untuk memproduksi baja baik sebagai bahan baku pada proses
produksi unit kerja lain ataupun untuk dipasarkan dalam berbagai jenis
produk. Jenis-jenis produk yang
dipasarkan seperti baja lembaran panas, baja lembaran dingin, batang kawat, dan
lain sebagainya tentunya harus memiliki kualitas produk yang baik. Kualitas
produk inilah yang akan mengindikasikan produk ke dalam kategori prime product, secondary product, atau scrap, yang mana masing-masing kategori
ini memiliki harga yang berbeda-beda. Adapun kategori produk yang menjadi
produk unggulan PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. adalah prime product karena memiliki spesifikasi kualitas yang tinggi dan
diharapkan dapat memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan perusahaan.
Kualitas produk merupakan hal yang
sangat penting bagi perusahaan untuk menjajahi pasar dengan kemampuan daya
saing yang tinggi sehingga perusahaan dapat memperoleh tanggapan positif dari
konsumen. Konsumen-konsumen inilah yang nantinya akan memberikan feedback kepada perusahaan sehingga
perusahaan akan mendapatkan keuntungan atau bahkan kerugian. Dengan demikian,
untuk mendapatkan tanggapan positif dari para konsumen, PT. Krakatau Steel
(Persero) Tbk. perlu meningkatkan optimalisasi kinerja produksi dan rutin
melakukan monitoring terhadap kualitas produk baja yang dihasilkan.
Statistical
Process Control merupakan salah satu alat statistik yang
akan digunakan untuk monitoring pengendalian kualitas produk baja pada PT.
Krakatau Steel (Persero) Tbk.. Dengan metode ini akan dilakukan monitoring
keterkendalian proses produksi secara statistik berdasarkan tingkatan kategori
produk.
Selain itu, untuk mengetahui kesesuaian
produk baja unggulan berdasarkan kategori prime
product, secondary product, dan scrap
terhadap pendapatan perusahaan, maka PT. Krakatau Steel perlu memperhatikan
besarnya frekuensi produk yang terjadi pada setiap kategori. Hal ini tentunya
memiliki kaitan yang erat dengan pengendalian kualitas atas kontribusi
masing-masing kategori produk. Dengan demikian, diperlukan suatu regresi untuk
memodelkan banyaknya produk yang terjadi pada setiap kategori terhadap
pendapatan perusahaan sehingga perusahaan dapat melihat penerimaan hasil
produksinya. Hal ini juga dapat dijadikan sebagai acuan perusahaan untuk
melihat besarnya gap antara hasil penjualan dengan target penerimaan.
1.2.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka
diperoleh dugaan bahwa PT. Krakatau Steel telah menduduki kondisi yang tepat
terhadap tingkatan kategori produk. Hal ini akan dilihat dari monitoring
pengendalian kualitas melalui control
chart p dan diagram pareto berdasarkan besarnya frekuensi yang terjadi pada
setiap tingkatan kategori produk. Selain itu, diduga bahwa produksi prime product, serta secondary product memiliki korelasi
positif, dan scrap memiliki korelasi
negatif terhadap pendapatan perusahaan. Dugaan ini akan diregresikan melalui
metode analisis regresi berganda sesuai kaidah-kaidah statistik yang harus
dipenuhi.
1.3.
Tujuan
Pemecahan Masalah
Adapun tujuan dari penelitian ini ialah
untuk mengetahui keterkendalian proses produksi serta kedudukan produksi
berdasarkan tingkatan kategori produk, dan untuk mengetahui model regresi hasil
produksi prime product, secondary
product, dan scrap terhadap
pendapatan perusahaan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengetahui posisi
kinerja produksi beserta pencapaiannya.
1.4.
Asumsi
dan Batasan Masalah
Penelitian pada praktik kerja lapangan
ini memiliki batasan-batasan sebagai berikut:
· Untuk
estimasi pendapatan, digunakan nilai kurs rupiah pada desember 2014 yaitu Rp
12.502, dan desember 2015 yaitu Rp 13.864,
· Estimasi
pendapatan hanya dilihat dari hasil produksi unit kerja CRM,
· Faktor
yang dibahas dalam regresi adalah hasil produksi, tidak termasuk biaya produksi
yang meliputi biaya bahan baku, biaya variabel koversi, biaya tetap langsung,
dan biaya alokasi.
1.5.
Lokasi
dan Waktu Praktik Kerja Lapangan
Praktik
kerja lapangan dilakukan pada divisi Supply
Chain Improvement unit kerja Cold Rolling
Mill dalam kurun waktu 31 hari yaitu pada tanggal 18 Januari 2016 hingga 18
Februari 2016.
1.6.
Sistematika
Penulisan
Sistematika penulisan laporan yang
digunakan pada laporan praktik kerja lapangan ini adalah:
BAB I PENDAHULUAN
Bab
ini menguraikan mengenai latar belakang masalah pada penelitian, rumusan
masalah, tujuan pemecahan masalah, asumsi-asumsi yang digunakan, lokasi dan
waktu pelaksanaan praktik kerja lapangan, dan sistematika penulisan.
BAB II GAMBARAN UMUM
PERUSAHAAN
Menguraikan
mengenai sejarah PT. Krakatau Steel, visi dan misi, logo dan budaya, lokasi dan
layout perusahaan, pengaturan dan
penjadwalan kerja, struktur organisasi, serta uraian mengenai unit-unit kerja
yang ada pada PT. Krakatau Steel.
BAB III TINJAUAN
PUSTAKA
Meninjau teori-teori yang digunakan dalam pemecahan
masalah penelitian agar bahasan dalam laporan ini sesuai dengan teori yang ada.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Menguraikan
analisis serta pembahasan yang diperoleh dari pengolahan data.
BAB V PENUTUP
Menguraikan
kesimpulan berdasarkan penelitian beserta saran untuk perusahaan dan untuk
penelitian selanjutnya.
Info lebih lanjut, please contact to me :)
0 komentar:
Posting Komentar