Cute Box Cat
Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Rabu, 06 April 2016

Laporan Praktik Kerja Lapangan: BAB I

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.       Latar Belakang
PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. merupakan industri baja terbesar di Indonesia yang perkembangannya di awali dengan munculnya gagasan tentang perlunya industri baja di negara berkembang seperti Indonesia. PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. memiliki 6 unit kerja meliputi Direct Reduction Plant (DRP), Billet Steel Plant (BSP), Slab Steel Plant (SSP), Hot Strip Mill (HSM), Wire Rod Mill (WRM), dan Cold Rolling Mill (CRM), yang mana masing-masing unit kerja memiliki tugas untuk memproduksi baja baik sebagai bahan baku pada proses produksi unit kerja lain ataupun untuk dipasarkan dalam berbagai jenis produk.  Jenis-jenis produk yang dipasarkan seperti baja lembaran panas, baja lembaran dingin, batang kawat, dan lain sebagainya tentunya harus memiliki kualitas produk yang baik. Kualitas produk inilah yang akan mengindikasikan produk ke dalam kategori prime product, secondary product, atau scrap, yang mana masing-masing kategori ini memiliki harga yang berbeda-beda. Adapun kategori produk yang menjadi produk unggulan PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. adalah prime product karena memiliki spesifikasi kualitas yang tinggi dan diharapkan dapat memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan perusahaan.
Kualitas produk merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk menjajahi pasar dengan kemampuan daya saing yang tinggi sehingga perusahaan dapat memperoleh tanggapan positif dari konsumen. Konsumen-konsumen inilah yang nantinya akan memberikan feedback kepada perusahaan sehingga perusahaan akan mendapatkan keuntungan atau bahkan kerugian. Dengan demikian, untuk mendapatkan tanggapan positif dari para konsumen, PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. perlu meningkatkan optimalisasi kinerja produksi dan rutin melakukan monitoring terhadap kualitas produk baja yang dihasilkan.
Statistical Process Control merupakan salah satu alat statistik yang akan digunakan untuk monitoring pengendalian kualitas produk baja pada PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.. Dengan metode ini akan dilakukan monitoring keterkendalian proses produksi secara statistik berdasarkan tingkatan kategori produk.
Selain itu, untuk mengetahui kesesuaian produk baja unggulan berdasarkan kategori prime product, secondary product, dan scrap terhadap pendapatan perusahaan, maka PT. Krakatau Steel perlu memperhatikan besarnya frekuensi produk yang terjadi pada setiap kategori. Hal ini tentunya memiliki kaitan yang erat dengan pengendalian kualitas atas kontribusi masing-masing kategori produk. Dengan demikian, diperlukan suatu regresi untuk memodelkan banyaknya produk yang terjadi pada setiap kategori terhadap pendapatan perusahaan sehingga perusahaan dapat melihat penerimaan hasil produksinya. Hal ini juga dapat dijadikan sebagai acuan perusahaan untuk melihat besarnya gap antara hasil penjualan dengan target penerimaan.
1.2.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka diperoleh dugaan bahwa PT. Krakatau Steel telah menduduki kondisi yang tepat terhadap tingkatan kategori produk. Hal ini akan dilihat dari monitoring pengendalian kualitas melalui control chart p dan diagram pareto berdasarkan besarnya frekuensi yang terjadi pada setiap tingkatan kategori produk. Selain itu, diduga bahwa produksi prime product, serta secondary product memiliki korelasi positif, dan scrap memiliki korelasi negatif terhadap pendapatan perusahaan. Dugaan ini akan diregresikan melalui metode analisis regresi berganda sesuai kaidah-kaidah statistik yang harus dipenuhi.
1.3.       Tujuan Pemecahan Masalah
Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui keterkendalian proses produksi serta kedudukan produksi berdasarkan tingkatan kategori produk, dan untuk mengetahui model regresi hasil produksi prime product, secondary product, dan scrap terhadap pendapatan perusahaan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengetahui posisi kinerja produksi beserta pencapaiannya.
1.4.       Asumsi dan Batasan Masalah
Penelitian pada praktik kerja lapangan ini memiliki batasan-batasan sebagai berikut:
·      Untuk estimasi pendapatan, digunakan nilai kurs rupiah pada desember 2014 yaitu Rp 12.502, dan desember 2015 yaitu Rp 13.864,
·      Estimasi pendapatan hanya dilihat dari hasil produksi unit kerja CRM,
·      Faktor yang dibahas dalam regresi adalah hasil produksi, tidak termasuk biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, biaya variabel koversi, biaya tetap langsung, dan biaya alokasi.
1.5.       Lokasi dan Waktu Praktik Kerja Lapangan
Praktik kerja lapangan dilakukan pada divisi Supply Chain Improvement unit kerja Cold Rolling Mill dalam kurun waktu 31 hari yaitu pada tanggal 18 Januari 2016 hingga 18 Februari 2016.
1.6.       Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan yang digunakan pada laporan praktik kerja lapangan ini adalah:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan mengenai latar belakang masalah pada penelitian, rumusan masalah, tujuan pemecahan masalah, asumsi-asumsi yang digunakan, lokasi dan waktu pelaksanaan praktik kerja lapangan, dan sistematika penulisan.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Menguraikan mengenai sejarah PT. Krakatau Steel, visi dan misi, logo dan budaya, lokasi dan layout perusahaan, pengaturan dan penjadwalan kerja, struktur organisasi, serta uraian mengenai unit-unit kerja yang ada pada PT. Krakatau Steel.
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
Meninjau  teori-teori yang digunakan dalam pemecahan masalah penelitian agar bahasan dalam laporan ini sesuai dengan teori yang ada.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Menguraikan analisis serta pembahasan yang diperoleh dari pengolahan data.
BAB V PENUTUP

Menguraikan kesimpulan berdasarkan penelitian beserta saran untuk perusahaan dan untuk penelitian selanjutnya.

Info lebih lanjut, please contact to me :)

0 komentar:

Posting Komentar