Cute Box Cat
Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Sabtu, 28 Desember 2013

Telaah Jurnal Agama Islam 2


TELAAH JURNAL ISLAM
KONDUSIFITAS KEHIDUPAN BERAGAMA KAUM EKSPATRIAT INDONESIA DI KOREA SELATAN
Oleh      :
Nama                  : Fathimatuzzahra Syahrozad Nuroqi
Jurusan              : Statistika-A
NIM                     : 24010213120041
1.              Alasan memilih judul Kondusifitas Kehidupan Beragama Kaum Ekspatriat Indonesia di Korea Selatan
Tak sedikit warga Indonesia yang menetap di Korea Selatan baik dengan alasan untuk bekerja, menikah, dll. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, yang mana hal ini sangat berlawanan dengan penduduk Korea yang minoritas beragama Islam, sehingga dapat diasumsikan bahwa mayoritas kaum ekspatriat Indonesia di Korea Selatan beragama Islam dan tentunya suasana kehidupan beragama di korea selatan juga berbeda. Di sini alasan saya memilih jurnal ini adalah karena saya ingin mengetahui bagaimanakah perbedaan suasana kehidupan beragama di Korea Selatan.
2.              Intisari Jurnal
KEHIDUPAN BERAGAMA DI KOREA SELATAN
Korea Selatan merupakan salah satu negara yang berbentuk Republik. Berbeda dengan Korea Utara yang merupakan negara komunis. Pemerintah Korea Selatan memberi kebebasan kepada masyarakat untuk beragama. Beserta itu, Pemerintah Korea juga tidak mewajibkan masyarakatnya untuk memeluk suatu agama. Hal-hal yang berkaitan dengan agama dikembalikan kepada individu yang bersangkutan. Contohnya, pernikahan beda agama bukanlah suatu masalah di Korea.
Pemerintah tetap meliburkan warga pada saat hari raya keagamaan yang dianut cukup besar, seperti katholik, protestan, dan budha. Untuk hari raya agama lain termasuk Islam tidak masuk hari libur resmi.
Setiap tempat umum dan perkantoran dilengkapi dengan fasilitas yang sangat lengkap, bahkan sampai tempat bermain anak pun ada. Namun, tak dilengkapi dengan tempat ibadah untuk agama apapun. Jadi, untuk orang Islam wajib sholat 5 kali sehari di tempat yang darurat (memungkinkan).
Sebagian besar warga Korea tidak beragama (atheis), katholik 10%, budha 23%, kristen 18%, dan penganut agama Islam hanya sedikit dan itupun mungkin kaum ekpatriat yang menetap di Korea untuk menikah, bekerja, ataupun menuntut ilmu. Hal ini tentunya mempengaruhi peraturan pemerintah mengenai makanan. di Korea tidak ada aturan makanan halal dan haram karena minoritasnya kaum Muslim dan Korea tidak menganjurkan warganya untuk beragama. Akan tetapi makanan halal banyak ditemukan hanya disekitar masjid saja yang dikelola oleh warga Korea yang didominasi oleh kaum ekspatriat Islam.

KAUM EKSPATRIAT INDONESIA DI KOREA SELATAN
Lebih dari 35 ribu warga Indonesia menetap di Korea baik untuk mengenyam pendidikan, bekerja, menikah, dll.
Dalam permasalahan nikah campur, terjadi perbedaan agama antara istri dan mertua, akan tetapi rasa toleransi dan tenggang rasa sangat tinggi.

KONDUSIFITAS KEHIDUPAN BERAGAMA KAUM EKSPATRIAT INDONESIA DI KOREA SELATAN
Kebebasan beragama dijalankan secara mutlak dalam hukum dan pemerintahan Korea, jadi tidak ada larangan bagi kaum muslim untuk beribadah walaupun Islam hanya minoritas dan rasa toleransi serta tenggang rasa sangat tinggi sehingga terjadi saling menghargai antar agama lain termasuk Islam.
Di Korea tidak ada larangan bagi muslimah untuk memakai hijab karena di perkantoran pun tidak ada larangan dan peraturan mengenai cara berpakaian.
Kondusifitas ibadah keluarga kawin campur tidak bergitu masalah karena terjadi saling menghormati antar anggota keluarga dalam hal berkeluarga walaupun sebagian tidak beragama dan sebagian memiliki agama selain Islam.
Dalam hal sholat tarawih bisa dilakukan di masjid ataupun mushola, akan tetapi di mushola jarang menyediakan shaf untuk perempuan. Sedangkan sholat jumat bisa dilakukan di masjid.
Mengenai makanan sedikit bermasalah karena babi dan anjing merupakan makanan favorit di Korea, sehingga mempersulit kaum muslim untuk membeli makanan halal. Akan tetapi, beebagai organisasi yang digagas oleh kaum ekspatriat telah menyediakan makanan halal dan rutin memberikan informasi mengenai makanan yang halal untuk dimakan.
Silaturahmi antar kaum muslim pun dimudahkan melalui jejaring sosial seperti facebook dari beberapa organisasi Islam diKorea seperti IKMI, IMUSKA, dan KMI.
Mengenai pendidikan seperti pengajian bagi anak hanya terdapat di masjid itaewon. Bahkan disekitarnya terdapat sekolah agama. Saat penelitian ini dilakukan, berbagai organisasi sedang membahas mengenai hal ini, dan mereka berencana untuk mengadakan kajian sekali dalam seminggu di masjid ini yang mana akan disebarkan ke masjid lain.
Dengan demikian, kehidupan beragama bagi kaum ekspatriat Indonesia masih tetap bisa dijalankan secara kondusif. Apalagi pemerintah Korea tidak melarang warganya untuk memeluk agama dan beribadah asalkan tidak mengganggu politik dalam negri mereka. Untuk masalah melihat aurat orang lain dan masalah makanan halal itu adalah tantangan. Sehingga diperlukan kegigihan yang tinggi untuk terus bertahan dengan syariat yang sesuai dengan Al-Qur’an dan hadits.


3.              Manfaat jurnal
Jurnal ini membahas mengenai berbagai keadaan kehidupan beragama di Korea baik dari sudut pandang korea sendiri maupun dari kaum ekspatriat. Jurnal ini memberikan banyak manfaat sehingga kita bisa mengetahui bagaimana kondusifitas kehidupan beragama kaum ekspatriat Indonesia di Korea Selatan. Tak hanya itu, bahkan jurnal ini memberikan informasi kepada kita bahwa terdapat berbagai organisasi Islam di Korea yang berperan sangat penting dan memiliki pertanggung jawaban yang sangat besar sehingga ikatan silaturahmi sesama muslim masih bisa terjalin dengan baik dan seluruh kegiatan peribadahan Islam menjadi lebih kondusif.
4.              Kesimpulan dan Saran
Dari jurnal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa meskipun pemerintah Korea tidak menganjurkan warganya untuk memeluk agama, namun warga korea memiliki toleransi dan tenggang rasa yang sangat tinggi sehingga antar warga bisa saling menghormati dalam masalah peribadahan.
Semoga melalui jurnal ini, pembaca bisa menerima banyak manfaat dan apa yang kita anggap positif semoga bisa diaplikasikan.

0 komentar:

Posting Komentar